Sebelum berangkat ke Tanah Suci, ketahui batas uang tunai dan barang berharga yang perlu diperhatikan saat keluar dari Indonesia maupun masuk ke Arab Saudi agar perjalanan Anda tetap aman dan lancar.
Menjelang keberangkatan umrah, salah satu hal yang perlu dipersiapkan adalah uang saku untuk kebutuhan selama berada di Tanah Suci. Sebagian jemaah memilih membawa uang tunai dalam jumlah cukup banyak karena dianggap lebih praktis untuk berbagai keperluan selama perjalanan.
Namun, membawa uang tunai dalam jumlah besar ternyata tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada ketentuan kepabeanan yang perlu diperhatikan ketika membawa uang maupun aset berharga melintasi perbatasan negara.
Jika jumlahnya melebihi batas tertentu, jemaah wajib melakukan deklarasi kepada petugas. Mengabaikan kewajiban tersebut dapat menyebabkan pemeriksaan, penyitaan, hingga sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Lantas, berapa batas uang tunai yang boleh dibawa saat umrah? Dan apa saja yang perlu dideklarasikan?
Batas Uang Tunai Saat Bepergian ke Tanah Suci
Bagi jemaah yang berangkat dari Indonesia, terdapat ketentuan terkait pembawaan uang tunai dan instrumen pembayaran lainnya ke luar negeri.
Secara umum, uang tunai dan/atau instrumen pembayaran lain dengan nilai Rp100 juta atau lebih wajib diperhatikan ketentuan pelaporan dan perizinannya sesuai aturan Indonesia.
Sementara itu, ketika memasuki atau meninggalkan wilayah Arab Saudi, terdapat ketentuan deklarasi untuk uang tunai maupun barang berharga dengan nilai SAR 60.000 atau lebih.
Yang perlu dipahami, ketentuan tersebut tidak hanya berkaitan dengan uang kertas yang ada di dalam dompet atau tas.
Beberapa jenis aset yang dapat masuk dalam ketentuan deklarasi antara lain:
- Uang tunai dalam berbagai mata uang
- Emas dan logam mulia
- Perhiasan
- Batu mulia
- Cek dan surat berharga lainnya
- Barang atau aset bernilai tinggi lainnya sesuai ketentuan
Jadi, jangan hanya menghitung jumlah uang riyal yang dibawa. Jika membawa uang tunai sekaligus emas, perhiasan, atau aset berharga lainnya, perhatikan juga nilai keseluruhannya.
Barang Apa Saja yang Perlu Dideklarasikan di Arab Saudi?
Selain uang tunai, otoritas Arab Saudi juga memiliki ketentuan mengenai barang dan aset tertentu yang dibawa oleh pelaku perjalanan.
Beberapa di antaranya meliputi:
- Uang tunai dengan nilai SAR 60.000 atau lebih
- Perhiasan dan batu mulia dengan nilai SAR60.000 atau lebih
- Hadiah atau barang pembelian pribadi dengan nilai SAR3.000 atau lebih
- Rokok sebanyak 200 batang atau lebih
Jika membawa barang yang termasuk dalam kategori tersebut, jemaah sebaiknya tidak mengabaikan kewajiban deklarasi.
Pelaporan dapat dilakukan melalui layanan elektronik yang disediakan oleh Zakat, Tax and Customs Authority (ZATCA) maupun melalui petugas di titik kedatangan atau keberangkatan.
Bagaimana cara melaporkan uang atau barang berharga?
Jika memang membawa uang atau aset yang memenuhi ketentuan deklarasi, tidak perlu khawatir.
Yang penting adalah melaporkannya sesuai prosedur.
Untuk perjalanan ke Arab Saudi, jemaah dapat menggunakan layanan deklarasi yang disediakan oleh otoritas kepabeanan Saudi.
Sementara untuk keberangkatan dari Indonesia, pelaporan dapat dilakukan melalui sistem Electronic Customs Declaration (ECD) milik Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Sebaiknya proses deklarasi dilakukan dengan jujur dan sesuai kondisi sebenarnya. Jangan mencoba menyembunyikan uang atau barang berharga untuk menghindari pemeriksaan.
Apa yang Terjadi Jika Tidak Melakukan Deklarasi?
Ini bagian yang tidak boleh dianggap sepele.
Membawa uang atau aset melebihi batas yang ditentukan bukan berarti otomatis dilarang. Masalahnya dapat muncul ketika kewajiban deklarasi tidak dipenuhi.
Dalam kondisi tertentu, pelanggaran dapat menyebabkan:
- Pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas
- Penyitaan uang atau barang
- Denda kepabeanan
- Proses hukum apabila ditemukan unsur pelanggaran lainnya
Besaran sanksi tentunya mengikuti ketentuan dan hasil pemeriksaan otoritas yang berwenang.
Karena itu, apabila memang membawa uang atau aset dalam jumlah besar, lebih baik melakukan deklarasi daripada mengambil risiko dengan tidak melaporkannya.
Berapa uang saku yang sebaiknya dibawa saat umrah?
Untuk kebutuhan sehari-hari, sebenarnya jemaah tidak harus membawa uang tunai dalam jumlah yang sangat besar.
Bawa uang cash secukupnya untuk kebutuhan seperti makanan tambahan, transportasi tertentu, membeli oleh-oleh, atau kebutuhan pribadi lainnya.
Untuk transaksi yang memungkinkan, jemaah juga dapat mempertimbangkan penggunaan kartu debit atau kartu pembayaran internasional yang dapat digunakan di Arab Saudi.
Dengan begitu, jemaah tidak perlu menyimpan terlalu banyak uang tunai selama perjalanan.
Terutama bagi jemaah lansia, membawa uang dalam jumlah besar juga kurang ideal karena berisiko tercecer atau hilang ketika beraktivitas di tempat yang ramai.
Persiapkan Perjalanan Umrah dengan Lebih Matang
Perjalanan umrah bukan hanya tentang mempersiapkan koper dan pakaian ihram. Ada banyak hal kecil yang perlu diperhatikan sebelum keberangkatan, termasuk dokumen perjalanan, kesehatan, uang saku, barang bawaan, hingga memahami aturan yang berlaku di negara tujuan.
Dengan persiapan yang baik, jemaah dapat lebih fokus menjalankan rangkaian ibadah tanpa harus menghadapi kendala yang sebenarnya bisa diantisipasi sejak awal.
Jika Sahabat sedang merencanakan perjalanan ke Tanah Suci, Barka Global Wisata siap membantu mempersiapkan perjalanan umrah Anda dengan informasi dan pendampingan yang diperlukan sejak sebelum keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air.
Rencanakan perjalanan Anda bersama Barka Global Wisata dan persiapkan setiap kebutuhan umrah dengan lebih tenang.
Semoga Allah SWT memudahkan langkah kita menuju Baitullah, memberikan perjalanan yang aman dan lancar, serta menerima seluruh amal ibadah kita.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Barka Global Wisata
Teman Perjalanan Menuju Tanah Suci.




